Showing posts with label baca novel. Show all posts
Showing posts with label baca novel. Show all posts

July 29, 2019

Menyudahi Kabair: Tentang Timor dalam Cerita (sebuah resensi)

It is a long long journey until I get to this blog again. Sungguh perjalanan yang amat sangat panjang hingga akhirnya memutuskan untuk kembali nge-blog. Hanya alasan saja sebenarnya, karena kesibukan yang tak pernah jelas ujungnya dan juga berbagai hal mengejutkan terjadi sepanjang tahun 2018 hingga pertengahan tahun 2019 ini akhirnya memutuskan untuk kembali mengunjungi blog yang tidak terawat. 
Berawal dari permintaan teman untuk meresensi kumpulan cerpen yang ia tulis, akhirnya aku memberanikan diri melihat kembali apa isi dari tulisan sampah disini. Anyway, semoga tulisan kali ini juga tidak termasuk dalam salah satu tulisan sampah. Perhatian, ini resensi buku kumpulan cerpen. review buku dari sudut pandang aku sebagai pembaca, penikmat sastra Indonesia yang masih sangat awam. 

***
source: Foto Pribadi milik Siti Hajar
dari blog Kompasiana
Judul : Menyudahi Kabair
Penulis : Sayyidati Hajar
Penerbit : IRGSC Publisher
Tahun Terbit : 2019 cetakan pertama
Tebal Buku : 100 Halaman

Menyudahi Kabair, buku kumpulan cerpen pertama yang ditulis oleh Sayyidati Hajar atau lebih dikenal dengan Siti Hajar. Seorang perempuan cerdas dengan mimpinya memperkenalkan Timor ke banyak orang kini terwujud dengan adanya buku kumpulan cerpen ini. "Selamat menikmati Timor dalam Cerita"- begitulah kalimat yang ia tuliskan untukku sebagai pengantar perkenalan cerita-cerita menarik didalam buku ini. Dan aku pun setuju dengan kalimat tersebut, tentang Timor dan segala mitosnya berhasil dituangkan dengan cerdas dan menggemaskan dalam buku ini.
Kita mulai dari judul, Menyudahi Kabair, salah satu cerita didalam bukunya yang ia pilih menjadi judul buku ini adalah juga tentang Timor. Jujur, pertama kali membaca judul ini aku juga bertanya-tanya apa itu 'kabair'. maklum, dengan pemahamanku yang masih sangat sedikit tentang kosakata dalam bahasa Indonesia, akhirnya tahu kalau kabair artinya adalah dosa besar.
 Lewat buku ini, Hajar ingin menggambarkan tentang "Timor" pada umumnya, dan "perempuan Timor" pada khususnya. Kenapa? karena hampir keseluruhan cerita ini tokoh utama nya adalah seorang perempuan. Perempuan Timor. Perempuan yang berjuang dengan segala kisah tentang adat, keluarga, kisah cinta, persahabatan, mitos-mitos, perjuangan, pergolakan batin dan kehidupan sehari-hari. 
Pernah kubilang pada Hajar, cara kamu menulis cerpen itu menggemaskan. Gantung. Akhir cerita yang membuat orang penasaran. dan aku paling gemas sama akhir cerita yang menggantung. Dan yang lebih menggemaskan lagi, hampir semua cerita dalam buku ini semuanya menggantung. Gimana gak gemess coba. Tapi disitulah letak estetik nya. Jadi menunggu-nunggu kelanjutan ceritanya, sampai-sampai memaksa penulisnya untuk segera melanjutkannya menjadi novel. 
Cerpen favoritku ada dua, Atois dan Suara-suara duka dan Nete Noebunu. Dua cerita tentang Timor dan perempuan dengan kisah tentang keluarga dan persahabatan. Kujadikan cerita favorit karena yang pertama, Atois dan suara-suara duka itu adalah cerita yang sebenarnya sangat lekat dengan kehidupan kami sebagai orang yang tinggal di Pulau Timor. Ada tokoh tentang tukang urut yang melegenda yang seolah-olah serba tahu semua letak tulang-tulang manusia hingga melebihi kecanggihan medis. Cerita kedua yaitu tentang persahabatan dalam cerita Nete Noebunu yang artinya jembatan Noebunu.  Kisah tentang cinta dan persahabatan antara Sem dan Ann yang menyedihkan. Dua cerita ini yang 'kupaksakan' kepada penulis untuk dilanjutkan menjadi novel, atau paling tidak dibuat kelanjutan ceritanya. 
Penulis adalah salah satu dosen Bahasa dan Sastra Indonesia tentu tidak perlu dikomentari tentang pemilihan bahasa yang begitu apik digambarkan disini. apalah aku yang pemahamannya masih jauh dari sempurna ini. Karena ini cerita tentang Timor, maka banyak bahasa daerah Timor atau bahasa Dawan yang bisa kalian temukan dalam cerita-cerita beliau. Eitts, tenang ada keterangan tentang artinya kok. 
Semoga dibuku-buku selanjutnya nanti, Hajar tidak hanya bercerita tentang perempuan. Semoga ada tokoh lain yang lebih menantang tentunya. Oh satu lagi, disarankan tidak membaca buku ini sendirian dan tengah malam ya, karena buat orang penakut macam aku ini bisa langsung membayangkan mitos-mitos yang ada dalam cerpen-cerpennya. Agak serem sih sebenarnya. Apalagi kalau kamu tahu dan kenal dengan mitos-mitos tersebut. hehehe
Terakhir, sukses buat bukunya dek. Selamat sekali lagi. Aku salah satu yang masih ingin menikmati Timor dalam cerita dalam versi yang lebih panjang. terus semangat menulis ya. Ditunggu buku selanjutnya. 




January 22, 2017

Reading Challenge 2017: Milea by Pidi Baiq

Jadi begini, akhir tahun kemarin saya dan dua teman alumni Sastra Inggris UAD Yogyakarta ( red: Citra dan Lia) masing-masing saling menantang diri sendiri untuk ikutan Reading Challenge. Kategori buku yang harus dibaca banyak sekali. Jadi entah itu bakal sukses apa enggak, let's see  
Tapi yang jelas, semua itu dimulai dari niat dulu kan yak? 
So talking about reading challenge, mari kita bicara soal novel pertama yang baru selesai saya baca di awal bulan dan awal tahun 2017 ini. Let us make a brief review about it. 


taken by: Santi Mallida

***
Judul Novel: Milea- Suara dari Dilan
Pengarang: Pidi Baiq
Tahun Terbit : 2016
Penerbit: Pastel Books
Tebal Halaman: 360 hal

"Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu". -Pidi Baiq
Begitu bunyi kata2 pembuka di novel ini yang nampaknya memang selalu ada di buku-buku Pidi Baiq sebelumnya. Seperti kata-kata diatas, memang buku ini menceritakan kisah lanjutan antara Dilan dan Milea yang memang berakhir di novel sebelumnya. Dua buku sebelumnya juga sudah rampung saya baca, hanya saja lebih menarik kalau baca semuanya terus baru di review. 
So, di novel Milea ini lebih kepada Dilan yang bercerita. "Suara dari Dilan" begitu bunyi subtitle nya. Dilan menceritakan awal mula dia kenalan dengan Milea Adnan Hussain, hingga ke akhir cerita cinta mereka. 
Novel ini sebenarnya berkisah tentang cerita cinta SMA yang penuh dengan beragam kisah. Humoris, menyenangkan, dan membuat saya bisa berimajinasi tentang Dilan dan Milea dalam pikiran saya sendiri.Itu kesan pertama saya ketika baca novel pertama Dilan ( dia adalah Dilanku tahun 1990). In my mind, sungguh menyenangkan punya teman dekat seperti Dilan.gak bakalan merasa stress kalau dekat dengan dia. Hahaha.serius deh. Pidi Baiq sungguh penuh kejutan dalam setiap penggambaran Dilan. 
Dan aku jatuh cinta padamu, Dilan!.
Mungkin klise, tapi yakin deh kalau memang kalian mendalami karakter nya si Dilan ini bakalan dibuat jatuh cinta dengan cara berpikirnya yang tanpa ribet. Dilan selalu punya cara yang menyenangkan dan membuat Milea bahagia, bahkan pembaca pun ikut bahagia. Dilan punya seribu satu bahasa yang gak lebay bahkan terlalu to the point yang bisa bikin terpingkal-pingkal bacanya. That's why I love him seriously!
Ketiga novel dan terutama novel yang sepertinya seri terakhir dari Dilan ini, saya sebagai pembaca dan juga sebagai seorang cewek tulen ya (bukan seperti Remi Moore, hahaha) bisa pada akhirnya mengerti sedikit-sedikit soal karakter cowok yang mungkin hampir kebanyakan punya sifat yang sama seperti Dilan. Dari novel ini, Dilan menggambarkan bagaimana kisah cinta sederhananya dengan Milea bisa jadi suatu cerita luar biasa buat Dilan gak bisa berhenti mikirin Milea.ada keadaan dimana si Dilan merasa sunyi dan sendiri karena rasa bersalahnya tidak bisa mencari kejelasan hubungannya dengan Milea. Satu lagi, Dilan tahu bagaimana caranya mengistimewakan wanita, dia punya cara romantis yang bikin cewek itu luluh dan makin merasa dihargai dan disayangi. Satu yang keinget sampai selesai baca novelnya, adalah ketika baru jadian dengan Milea dan Dilan menghadiahi nya dengan buku TTS yang sudah diisi semua. Hahaha kata Dilan, biar Milea gak usah pusing ngisinya. Aneh tapi lucu. 
So loveable banget Dilan itu.❤ Makanya kenapa aku sampai bilang jatuh cinta dengan si Dilan karena memang dia selalu punya cara yang unik yang bikin orang jatuh cinta! 
Mungkin cowok-cowok perlu belajar cara pedekate sama Dilan ini. Perlu! 
Akhir kata, (sebenarnya bukan akhor sih ini masih banyak yang pengen diceritakan, tapi sudahlah nanti ditambah lagi kapan-kapan) silahkan baca novel nya Dilan 1&2 serta Milea ini kalau kalian penasaran yak! Kalau gak penasaran gak usah baca tapi.hahaha

Ps. Ini review asal review ya. Just from my point of view. Suka suka aku mau ngomong apa disini. Tapi yang jelas, Aku SUKAK DILAN! *kiss*