Showing posts with label ritme dan irama. Show all posts
Showing posts with label ritme dan irama. Show all posts

August 4, 2019

Perjalanan Senja

Perjalanan Senja kini memasuki usia bulan keempat. Semakin menarik. Semakin menggemaskan. Semakin menantang.
Perjalanan Senja menjadi cerita tak terlupakan. Perjalanan berarti yang terlalu dalam. Mengajariku kesabaran yang menggunung. Mengajariku cinta yang tak berkesudahan.
Akan kutemani perjalananmu, Senja. Kusiapkan segala bekal terbaik. Menemani perjalanan hidupmu kini dan nanti. Menjadi tempat keluh kesah mu. Mengambil setiap kesempatan yang Tuhan beri. Mengejar Senja hingga ke peraduan.

.Kupang, 4 Agustus 2019.

August 13, 2017

Untitled.

Kadang kata tak sanggup bicara
Kadang amarah mengalahkan rasa
Hingga waktu kian berlalu
Tak ada jawaban yang bisa kuberi
Ketika ego melompat tinggi
Karma hadir untuk menariknya kembali
Ke alam sadar
Bahwa rasa tak bisa bicara jujur
Pada siapa ia menuju

Santi Mallida
Kupang, 10 Agustus 2017

March 28, 2015

Sampaikan Salamku untuk Hari Esok

Katakan pada malam
Aku ingin bertemu pagi
Ingin kusapa dengan lembut wujudnya
Katakan salamku pada pagi, selamat datang!

Katakan pada fajar
Tidakkah terlalu cepat bersembunyi?
Terlalu bersemangatkah untuk bertemu pagi?
Katakan salamku pada pagi,
"Ada yang sudah menunggumu di ujung langit!"

Katakan pada pagi
Selamat menanti giliran
Kiranya terlalu dini engkau datang
Kini sisa waktumu akan berjalan
Hingga mentari akan berada di puncak
Dan kembali ke peraduannya di balik perkasa
Selamat menanti giliran, pagi
Katakan pada yang lain, siang dan senja
Bahwa aku menanti saatku
Katakan pada mereka agar segera berputar
Sampaikan salamku pada hari esok,
"Aku tak sabar menanti..."

-santi Mallida-
Jogja, 28 Maret 2015

January 20, 2015

Empat Tanya "Kenapa?"

1/ Kenapa?
Itu yang selalu bergulir dikepalaku.
Kenapa?
Pertanyaan tanpa akhir tak tahu awal mula

2/ Kenapa?
Awal kutanya padamu kenapa harus terjadi.
Kenapa?
Tanyamu padaku tentang ragu tanpa pasti

3/ Kenapa?
Aku tahu jawabku untukmu
Dalam hati dalam diam
Ketika cinta dipaksa
Ia takut akan pasti

4/ Kenapa?
Terlalu yakin hingga luka
Terlalu cinta hingga hambar
Terlalu sempurna hingga kaku

5/Jangan lagi tanya kenapa
Karena hitam sudah diatas putih
Terlalu jelas hingga tak sanggup mengaburkan.

MallidaSanti.
Yogyakarta, 19.12.2015
 

November 21, 2012

Hujan yang Samar

Aku menunggu hujan yang samar
yang terbawa seruan angin ke horizon senja
aku menunggu hujan yang samar
ketika pagi bertengger di ujung malam

tak sempat ku ucap janji
pada hujan yang samar
tak sempat pula ku semat keyakinan
pada rintik yang hening

pada saat yang sama, aku berhenti
memandang langit menunggu hujan yang samar
sepucuk rindu untukmu gerimis
sampaikan salamku pada hujan
aku masih tetap menunggu.

[Shanti Mallida] [Yogyakarta, 21 November 2012]

July 1, 2011

Dirimu

Ku temui dirimu dalam gradasi warna yang berbeda
tak juga putih atau hitam kelam 
Tak juga terlihat warna cerah dari sinar mu
ku resapi setiap warna
ke dalam setiap hembusan napas
ku selami setiap alur cahaya
tapi tak juga kutemukan dirimu

Ku cari kau ke ujung horizon bumi
hingga lelah kali melangkah
ku ikuti bekas-bekas cahaya pagi
tetap saja kosong
pendar dirimu seakan memudar
karena dirimu seorang senja


Yogyakarta. Awal Juli, 2011


February 3, 2011

UNTITLED (part II)

Kadang ingin kubuat semua terlihat sempurna
hingga tak ada satu celah pun yang cacat
Kadang aku pun ingin raih yang terbaik
menjadi paling hebat diantara yang hebat
Egois? Ya,,aku memang Egois


Tapi, apalah daya, ternyata tak sekuat yang kubayangkan
aku tak sanggup
ku tak mampu menjadi yang terhebat
ku tak mampu jadi yang sempurna
Yang kurasakan
ku tak mampu jadi bintang yang bersinar terang


aku hanya ingin jadi diriku sendiri
jika aku dihadapkan diantara dua pilihan
menjadi bintang atau embun pagi?
aku lebih memilih menjadi embun sejuk di pagi hari
yang selalu membawa aroma segar untuk kehidupan
daripada harus kupaksa diriku
untuk jadi bintang terang di langit
Bagiku, itu terlalu jauh untuk ku gapai.

By : Shanti Mallida
Yogyakarta, 30 Jan 2011

December 25, 2010

UNTITLED (part 1)

Aku tak mau benci
Aku cuma ingin melepaskannya perlahan
Hingga nanti satu demi satu helai ingatanku hilang
Berlalu bersama angin yang berhembus
Sampai pada waktuku
Tak akan ada lagi sisa memori yang terekam
Dan aku pun buka lembaran baru hidupku
Dengan atau tanpa dirimu 
Jogjakarta, 24 Dec 2010


November 26, 2010

Taylor Swift- Mine Lyric

Mine lyrics by Taylor Swift
Songwriters: Swift, Taylor;

You were in college working part time waiting tables
Left a small town, never looked back
I was a flight risk with a fear of falling
Wondering why we bother with love if it never lasts

I say can you believe it?
As we're lying on the couch
The moment I could see it
Yes, yes, I can see it now

Do you remember we were sitting there by the water?
You put your arm around me for the first time
You made a rebel of a careless man's careful daughter
You are the best thing that's ever been mine

Flash forward and we're taking on the world together
And there's a drawer of my things at your place
You learn my secrets and you figure out why I'm guarded
You say we'll never make my parents' mistakes

But we got bills to pay
We got nothing figured out
When it was hard to take
Yes, yes, this is what I thought about

Do you remember we were sitting there by the water?
You put your arm around me for the first time
You made a rebel of a careless man's careful daughter
You are the best thing that's ever been mine

September 30, 2010

Dia Untukmu!

Dia nyata ada di hadapanmu
Dia ada selalu setia untukmu
Dia pun selalu diam hening ketika kamu mengeluh padanya
Apalagi yang kau butuhkan

Dia menghargaimu untuk setiap gerak gerikmu
Dia tak pernah sedikitpun marah dan berkata kasar padamu
Dia bahkan bersedia menunggu untuk mu selama kapanpun kamu mau
lalu, apalagi yang kau inginkan

Janganlah egois teman
hargai dia, berilah dia waktu untuk berbicara
berilah dia kesempatan untuk bertanya padamu
Berilah dia kesempatan untuk memahami

berdoalah, mintalah pada Yang Maha Kuasa
agar dia tak bosan padamu
agar dia masih bisa menjagamu
agar dia tak berpaling darimu

tentu kau tak inginkan itu
tentu kamu hanya ingin dirinya
berpikirlah dari sekarang untuk dewasa
karena apa yang kamu lakukan sekarang
akan membawamu untuk resiko di masa yang akan datang

Shanti Mallida,,
(untukmu yang selalu tak pernah mengeluh)
yogyakarta, akhir september 2010




May 23, 2010

Aku dan Malam



jarum jam sudah menunjukkan lewat tengah malam

namun aku tak juga lelah

aku masih ingin menyatu dengan malam

menikmati waktu-waktu malam yang aku punya

merasakan desiran angin yang berhembus lewat jendela kamarku
ataupun sekedar mendengar alunan nada yang bernyanyi di dalam kotak musikku

aku masih ingin merasakan malam

ketika jarum jam terus berputar

aku masih ingin menikmati gelap malam

hingga aku sudah lelah
lalu tidur berselimut hangat mimpi
hingga pagi menjelang dan udara segar
menyapaku
dengan cerahnya sinar mentari

dan bintang dan bulan pun telah kembali ke peraduannya..



Jogjakarta, 24 Mei 2010

May 12, 2010

barisan puisi

aku sibuk dengan dosa-dosaku
Hai lelaki, tolonglah aku
sesungguhnya hatiku benar-benar sedang sibuk
bagaimana aku berharap agar bisa bertobat
sedang hatiku sibuk meratapi diriku
tidak diragukan lagi diriku akan binasa
karena kuhabiskan masaku
dengan celaan-celaan


(Yahya bin Mu'adz Ar-Razi)

sumber: dikutip dari buku Cambuk Hati (Siyaathul Quluub) karya Dr.'Aidh bin Abdullah bin 'Aidh 'Ali Majdu' Al-Qarni; Dar Ibnu Hazm.