November 24, 2017

Rindu

Kamu, entah keberapa kalinya aku jatuh dan jatuh hati lagi kepadamu. Bahkan tak terhitung. Aku hanya berharap akhir yang bahagia,tapi kamu memberikanku bahkan lebih dari bahagia. Ada renungan yang dalam disetiap pembicaraan kita, ada sejengkal rindu disetiap detik perjalanan, ada  beribu tanya yang tak bisa terjawab, ada sekian jawab yang akhirnya mampu membungkam semua tanya. Aku bahkan tak sanggup berdiri kuat disini, hanya menarik napas antara lega dan sesak. Tak ada beda. Hanya detak jantung penanda rasa. Senyum dan tawamu itu duniaku, tapi amarah dan bencimu juga jadi duniaku.aku masih berdiri disini menunggu. Mengundang tawa atau tangis,sama saja. Mengharap kamu tetap jadi bagian. Apakah mungkin?ketika aku ragu kamu pun tetap menatap dengan senyum, ketika aku bimbang pun kamu masih juga tersenyum. Aku tak dapat sekalipun mengerti arti dari setiap senyummu itu. Kita seperti dua orang yang ingin bersatu tetapi tak tahu arah jalan pulang. Masih ingin bersama tapi ada alasan kuat yang memisahkan
Alasan yang ada maupun tak ada. Alasan yang dibuat-buat dan alasan yang memang adalah alasan. Nyaman saja bisa membuat orang bertahan berlama-lama, apalagi cinta?

Di sela waktu pagi.
24.11.17

Share:

September 28, 2017

Di Perjalanan

Bolehkah aku tidak melewatinya lagi?
Jalan panjang tanpa arah tanpa jeda
Memaksa pergi dari ingin
Menjawab pertanyaan-pertanyaan
Tentang kamu tentang hidup
yang tanpa pasti
Kamu berlari dan aku terpaku
Ketika ada jarak terlewati
Tanpa segan mencekik waktu
Bolehkah aku tidak melewatinya lagi?
Perjalanan kesekian
Aku tuk menemukanmu.

Kupang, 28/9/2017

Share:

September 22, 2017