June 2, 2012

#1 DUTY #2 RIGHT

Hidup di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, kita harus pintar-pintar me-manage diri kita sendiri agar tidak terjerumus kedalam hal yang merugikan diri kita sendiri. Paling tidak kita bisa tetap mengontrol diri kita dan tahu diri kita ada di posisi seperti apa dimata orang lain.

Persis seperti title tulisanku ini, ada satu pengalaman yang terus terang membuat aku geram karena masalah ini. Berurusan dengan orang yang tidak sadar akan kewajibannya tapi terus menuntut hak nya itu benar-benar menguji kesabaranku. Teman sebelah kamar (red,kost) yang sudah pindah kost beberapa bulan yang lalu hanya karena masalah sepele. kalau aku tidak salah tangkap, dia pindah hanya karena ingin mencari kost yang sedikit lebih bebas. Bebas dalam artian dia bisa keluar malam seenaknya dan juga nongkrong bareng sama teman lelaki di kost sampai larut malam. Berhubung aturan di kost ku adalah jam malam cuma sampai jam 9 saja, maka dia mencari tempat yang bisa lebih bebas. 

Singkat cerita, sampai sekarang sebenarnya dia masih punya hak atas kamar kostnya dia di kostku ini. Hanya saja dia terlalu plin-plan untuk menentukan akan kembali atau tidak ke kost yang lama. Setelah ditanyakan sama teman-teman yang lain, ternyata dia juga belum bisa kasih keputusan yang jelas. Padahal sudah banyak anak baru yang ingin nge-kost di kostan kita.
Yang paling buat sebalnya lagi, dia dengan seenaknya bilang kalau dia masih punya hak disini (kost) untuk 3 bulan kedepan. Padahal sama sekali tidak pernah melakukan kewajibannya sebagai anak kost disini. Dia tidak pernah bayar sampah, piket kost, ataupun bayar listrik. Dengan enteng dia bilang kalau kamarnya dia tidak boleh di kasih ke siapapun. Padahal belum tentu dia juga bisa balik ke kost. Usut punya usut, kost nya yang baru yang katanya bebas itu ternyata lebih ketat daripada kost yang lama. Nyatanya dia ditinggal sama teman-temannya karena semua tidak betah. 
Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkahnya yang sangat kekanak-kanakan itu. Semakin bertambah umur harusnya bisa lebih dewasa dan bijak mengambil keputusan. Tapi mungkin itu tidak berlaku untuk semua orang. Akupun bukan orang yang sempurna, tapi paling tidak berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk diriku dan juga untuk kebaikan orang lain. 
Coba dipikir, apa bisa seseorang menuntut hak tanpa melakukan kewajiban? it is absolutely wrong. Nonsense. Kenapa? Sudah jelas bahkan anak SD pun pasti tahu antara hak dan kewajiban itu harus seimbang. Make a balance between your right and Duty, Therefore your life will full of happiness. Ada saatnya kita harus memberi dan ada saatnya pula kita menerima apa yang sudah menjadi hak kita. 
Lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah. Itu salah satu contoh dimana kita harus menyeimbangkan antara kewajiban dan hak. Tidak melulu kita harus meminta, tapi kita juga harus memberi, bahkan lebih baik kita banyak memberi. Pahala yang kita dapatkan pun akan dilipatgandakan oleh Yang Maha Kuasa. 
Share:

0 comments: