January 22, 2017

Reading Challenge 2017: Milea by Pidi Baiq

Jadi begini, akhir tahun kemarin saya dan dua teman alumni Sastra Inggris UAD Yogyakarta ( red: Citra dan Lia) masing-masing saling menantang diri sendiri untuk ikutan Reading Challenge. Kategori buku yang harus dibaca banyak sekali. Jadi entah itu bakal sukses apa enggak, let's see  
Tapi yang jelas, semua itu dimulai dari niat dulu kan yak? 
So talking about reading challenge, mari kita bicara soal novel pertama yang baru selesai saya baca di awal bulan dan awal tahun 2017 ini. Let us make a brief review about it. 


taken by: Santi Mallida

***
Judul Novel: Milea- Suara dari Dilan
Pengarang: Pidi Baiq
Tahun Terbit : 2016
Penerbit: Pastel Books
Tebal Halaman: 360 hal

"Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu". -Pidi Baiq
Begitu bunyi kata2 pembuka di novel ini yang nampaknya memang selalu ada di buku-buku Pidi Baiq sebelumnya. Seperti kata-kata diatas, memang buku ini menceritakan kisah lanjutan antara Dilan dan Milea yang memang berakhir di novel sebelumnya. Dua buku sebelumnya juga sudah rampung saya baca, hanya saja lebih menarik kalau baca semuanya terus baru di review. 
So, di novel Milea ini lebih kepada Dilan yang bercerita. "Suara dari Dilan" begitu bunyi subtitle nya. Dilan menceritakan awal mula dia kenalan dengan Milea Adnan Hussain, hingga ke akhir cerita cinta mereka. 
Novel ini sebenarnya berkisah tentang cerita cinta SMA yang penuh dengan beragam kisah. Humoris, menyenangkan, dan membuat saya bisa berimajinasi tentang Dilan dan Milea dalam pikiran saya sendiri.Itu kesan pertama saya ketika baca novel pertama Dilan ( dia adalah Dilanku tahun 1990). In my mind, sungguh menyenangkan punya teman dekat seperti Dilan.gak bakalan merasa stress kalau dekat dengan dia. Hahaha.serius deh. Pidi Baiq sungguh penuh kejutan dalam setiap penggambaran Dilan. 
Dan aku jatuh cinta padamu, Dilan!.
Mungkin klise, tapi yakin deh kalau memang kalian mendalami karakter nya si Dilan ini bakalan dibuat jatuh cinta dengan cara berpikirnya yang tanpa ribet. Dilan selalu punya cara yang menyenangkan dan membuat Milea bahagia, bahkan pembaca pun ikut bahagia. Dilan punya seribu satu bahasa yang gak lebay bahkan terlalu to the point yang bisa bikin terpingkal-pingkal bacanya. That's why I love him seriously!
Ketiga novel dan terutama novel yang sepertinya seri terakhir dari Dilan ini, saya sebagai pembaca dan juga sebagai seorang cewek tulen ya (bukan seperti Remi Moore, hahaha) bisa pada akhirnya mengerti sedikit-sedikit soal karakter cowok yang mungkin hampir kebanyakan punya sifat yang sama seperti Dilan. Dari novel ini, Dilan menggambarkan bagaimana kisah cinta sederhananya dengan Milea bisa jadi suatu cerita luar biasa buat Dilan gak bisa berhenti mikirin Milea.ada keadaan dimana si Dilan merasa sunyi dan sendiri karena rasa bersalahnya tidak bisa mencari kejelasan hubungannya dengan Milea. Satu lagi, Dilan tahu bagaimana caranya mengistimewakan wanita, dia punya cara romantis yang bikin cewek itu luluh dan makin merasa dihargai dan disayangi. Satu yang keinget sampai selesai baca novelnya, adalah ketika baru jadian dengan Milea dan Dilan menghadiahi nya dengan buku TTS yang sudah diisi semua. Hahaha kata Dilan, biar Milea gak usah pusing ngisinya. Aneh tapi lucu. 
So loveable banget Dilan itu.❤ Makanya kenapa aku sampai bilang jatuh cinta dengan si Dilan karena memang dia selalu punya cara yang unik yang bikin orang jatuh cinta! 
Mungkin cowok-cowok perlu belajar cara pedekate sama Dilan ini. Perlu! 
Akhir kata, (sebenarnya bukan akhor sih ini masih banyak yang pengen diceritakan, tapi sudahlah nanti ditambah lagi kapan-kapan) silahkan baca novel nya Dilan 1&2 serta Milea ini kalau kalian penasaran yak! Kalau gak penasaran gak usah baca tapi.hahaha

Ps. Ini review asal review ya. Just from my point of view. Suka suka aku mau ngomong apa disini. Tapi yang jelas, Aku SUKAK DILAN! *kiss*


Share:

0 comments: